Bisnis 100% Tanpa Modal
 
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Hidup. Tampilkan semua postingan

7 April 2013

Kegagalan tidak seperti yang kita pikirkan 0

Tidak selamanya yang kita rencanakan terealisasi dengan baik, terkadang ada hal-hal mendasar yang tidak bisa terelakan ketika rancangan tersebut kemudian gagal dan tidak bisa terealisasi dengan baik. Berikut ini ada beberapa hal yang mungkin membuat rancangan kita tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita:
      
1. Kita tidak menyadari potensi kita sebenarnya

Memaksakan kehendak ingin menjadi sesuatu yang diinginkan memang baik, karena didalamnya terdapat upaya yang jelas untuk mewujudkannya. Namun ada banyak orang yang selalu gagal dalam bidang yang diinginkannya. Jangan pernah berpikir kita bisa meraih kesuksesan yang sama seperti orang lain. Ini adalah hal penting yang harus dipikirkan oleh semua orang, pada dasarnya kita tidak bisa meraih kesuksesan seperti orang lain karena zaman kita dengan orang lain pasti berbeda. Saya masih ingat bagaimana Indro "Warkop" berkata ketika diwawancara bahwa sebenarnya tidak ada lagi yang bisa menggantikan posisi Warkop, kalau bicara Warkop ya, Dono, Kasino dan Indro. Sama halnya dengan kesuksesan, kita tidak bisa menempel kesuksesan orang lain karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan seperti orang lain, kalaupun ada kesamaan dalam jalan hidup, itu semata hanya karena kita terinspirasi dan berusaha mencari tahu kesamaan orang tersebut dengan diri kita. Jadi buat apa terlalu sibuk memikirkan seperti orang lain, bila kita sendiri sebenarnya tidak memiliki potensi yang sama dengan orang lain.  

2. Terlalu cepat menyerah

Gagal dalam banyak hal, selama ia tidak pernah berhenti untuk mencapainya, maka gagal itu sebenarnya tidak terjadi. Yang ada hanyalah proses pembelajaran. Ketika saya memilih menulis sebagai jalan hidup, saya kerap kali harus menerima banyak sekali ketidakberuntungan, bahkan saya pernah ditolak 4 kali berturut-turut dalam kurun waktu satu bulan untuk 4 naskah berbeda. Kalau saya berhenti mungkin saya sudah tidak menulis lagi. Dan terbukti pada tahun 2010 saya menulis kembali dan menelurkan enam buku. Jadi sebenarnya kita bisa bertanya pada diri sendiri, apakah kita menyerah terlalu cepat atau memang kita sedang berproses menuju kesuksesan seperti yang kita inginkan....  

3. Ada sesuatu yang lebih baik lagi menanti

Ketika salah satu karya saya mengalami penundaan yang cukup lama, saya kecewa karena sesuatu yang sudah saya kerjakan dengan maksimal ternyata tidak dihargai oleh pihak penerbit. Saya kemudian merasa diri saya sudah tidak berarti lagi, hingga kemudian terjebak pada pikiran yang mengungkung saya. Padahal setelah bersabar menunggu beberapa waktu, ternyata karya saya mendapat sambutan yang cukup baik di kalangan pembaca. Dari sini akhirnya saya belajar, bahwa kegagalan itu pada dasarnya mengajarkan seseorang untuk bersabar lebih, karena ada sebuah kehendak dari-Nya yang akan menjadikan kita jauh lebih baik dari pemikiran kita sebelumnya.  

4. Angkuh, hingga tidak sadar kita menjatuhkan diri sendiri

 Angkuh, hal inilah yang membuat seseorang kemudian terjatuh dan terpuruk pada kegagalan. Bisa jadi gagal adalah medium untuk menegur kita dari-Nya. Terkadang tanpa sadar kita selalu merasa bisa mengerjakan semuanya dengan baik, hingga akhirnya kita menganggap diri kita lebih dari orang lain. Padahal hal tersebut adalah jalan untuk tidak mendengarkan pendapat orang lain hingga akhirnya kita terjebak dalam sebuah situasi angkuh dan merasa orang lain tidak lebih baik dari diri kita. Kalau sudah begini jangan heran bila satu persatu orang kemudian meninggalkan kita dan tidak mempercayai diri kita lagi. Hingga kegagalan pun harus diterima dengan rasa pahit. Bila begini situasinya mungkin sudah saatnya kita bernafas sejenak memikirkan hal-hal yang sudah kita lakukan selama ini dan bagaimana kita membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar kita....  

5. Terlalu sibuk memikirkan kecurangan orang lain dalam menggapai kesuksesan 

Tidak semua orang didunia ini berpikir jernih dan jujur dalam menggapai kesuksesan yang diinginkan, terkadang kita akan menemui orang-orang yang dengan segala upaya membuat dirinya sukses dengan cara culas. Menjatuhkan orang disekitarnya hingga mungkin menjual dirinya. Kalau kita terpaku pada cara seperti mereka, maka kita akan hanya terus terpaku pada kesuksesan dengan role model seperti mereka. Ingat point pertama, kita tidak bisa menyamakan jalan kesuksesan kita sama seperti orang lain, karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan sendiri-sendiri. Jadi sekali lagi buat apa kita mendedikasikan waktu untuk memikirkan kecurangan orang lain, alangkah bijaksananya bila kita sibuk memikirkan karya dan kesuksesan diri kita sendiri. Tidak perlu kita berpikir orang lain banyak yang culas dalam berbisnis, satu hal yang pasti kita bisa menjadi sukses tanpa harus berbuat seperti mereka, bahkan mungkin kita bisa lebih hebat dari mereka.
by : Image Hosted by ImageShack.us


24 Februari 2012

Merubah Takdir = Merubah Jalan Hidup 0

Keberhasilan adalah hak setiap orang. Ya, itu memang tak terkecuali diriku. Diriku yang berasal dari jauh dari tempatku kini berada, mencoba mencari peruntungan dalam perantauan yang lama, dalam hal pendidikan dan dalam hal penghasilan. Walaupun masih duduk di bangku SMA, tetap aja terasa hidup dalam perantauan, meskipun belum seutuhnya mengenal arti kehidupan yang sesungguhnya. Hidup yang keras, sulit ,penuh dengan lika-liku, tebing yang terjal dan sesekali berada di puncak dan tak jarang pula berada di lembah penuh kesedihan dan keputusasaan

Menjadi pribadi yang berhasil dan membanggakan memang tak mudah dan perlu waktu yang lama, faktor kerja keras dan keyakinan tidaklah cukup, keberuntungan adalah menjadi faktor yang penting pula, karena jalan hidup yang kita lalui adalah jalan Tuhan , atau bisa dibilang takdir.

Bisakah kita merubah takdir ?
Menurut saya bisa, dan memang bisa. Tuhan tak akan merubah kita sebagai umatnya tanpa kita sendiri yang mengubahnya. Bagaimana caranya ? Berpikirlah.. Dan jangan coba-coba Anda ingin sukses dengan jalan pintas yang tidak pantas, yakinilah jalan pintas yang seperti itu justru akan menambah kesengsaraan dan kemalangan dalam hidup Anda.
Berusaha terus menerus tanpa kenal lelah dan putus asa adalah kuncinya, jika menemukan jalan buntu cari jalan lainya jangan terpaku hanya dalam satu jalan saja yang sebenarnya ada jalan lain yang lebih membahagiakan dan menguntunkan.

Berinovasilah, inovasi tak hanya dalam dunia bisnis juga bisa anda terapkan dalam kehidupan anda, dengan berinovasi, masalah yang sedang menerpa Anda akan terlewatkan.

Belajar. Belajar untuk menambah ilmu adalah jalan yang terbaik jika Anda mengalami kegaggalan, itu berarti anda belum siap dengan kesuksesan yang ingin Anda raih, dengan belajarlah anda akan dapat peluang yang lebih besar nantinya.

Berdoalah, yakinilah bahwa semua kegagalan dan kesuksesan yang anda terima adalah titipan dari Tuhan yang suatu saat nanti akan di ambil olehNya.
by : Image Hosted by ImageShack.us


30 Oktober 2011

Hidup Ini Jalani Saja 0

Hakekat hidup adalah menjalani, mungkin sebagian orang sering berkata dengan landai, Sudahlah hidup ini “JALANI SAJA”. Mungkin sebagian kita bertanya, mengapa tidak berusaha sekuat tenaga ?, dua-duanya benar, hanya, di letakkan di mana ungkapan tersebut.

Manusia merupakan makluk paling sempurna di muka bumi, kesempurnaanya di letakkan dalam Akal dan Fikiran. Sedangkan akal dan fikiran hidup karena adanya Zat Mulia dari Allah yang sering disebut dengan Zat Ilahi atau Ruhul Qudus yang ada dalam diri manusia, sehingga manusia dikatakan Wali di muka bumi. Wakil Allah untuk memelihara dan memanfaatkan bumi dan isinya.

Bila sebagian manusia berujar ”Hidup ini jalani saja atau hidup ini tinggal menjalani”. mungkin mereka mendasari, dengan keyakinan yang sangat tinggi bahwa apa yang terjadi kepada diri kita dan semua manusia, itu merupakan “ Kejadian yang terbaik ”, dan sesuai ketentuan yang telah ditentukan oleh Tuhan. Tentunya hal itu sesuai dengan amal perbuatan masing-masing manusia. Sehingga dalam firman-Nya “ sekecil apapun perbuatan manusia, walaupun sebiji zarah, maka akan dibalas “, yang artinya juga bisa dimaknai “ Baik dengan baiknya, buruk dengan buruknya”.

Penyederhanaan ungkapan “ HIDUP INI JALANI SAJA”, sesungguhnya mengadung makna yang sangat dalam, di mana ungkapan tersebut terdapat perilaku sederhana, jujur, iklas dan legowo. Tentunya dalam ungkapan tersebut mempunyai implikasi “ Mencoba menikmati detik-demi detik seiring perjalanan waktu “. Nah dalam kesadaran yang demikian tinggi itulah sesungguhnya manusia mampu berfikir dengan tenang, arif, lembut dan teliti.

Akhirnya manusia bisa menikmati hidup dan mengurai persoalan demi persoalan, sehingga mampu mendapatkan hakekat peristiwa yang dialami yang akhirnya mendapat manfaat dan berkah dalam setiap langkah, inikah wujud ibadah sesungguhnya? lantas apa yang dimaksud dengan persoalan hidup?. Sesungguhnya tergantung dari mana sisi pandang serta bagai mana mensikapinya. Mungkin demikian..?

Hidup ini teramat singkat, maka kita harus mengisinya dengan segala sesuatu yang benar-benar bermanfaat. Bukan cuman sekedar hidup dan numpang lewat saja. Jika memang hanya ibarat mampir sejenak. Maka kita harus menjadikan tempat persinggahan ini menjadi sesuatu yang akan selalu diingat dan dikenang oleh dunia. Karena hidup yang kita jalani kini adalah cerminan akan menjadi apa kita kelak.

Yang diangankan dan yang dicita-citakan manusia adalah bahagia, selamat di dunia dan di akhirat. Dan yang ditakuti adalah persoalan. Padahal keduanya merupakan untaian setali tiga uang. Satu keping uang yang bernilai sama, hanya berbeda gambaran. Apakah Anda akan mempersoalkan gambarnya..? atau mencoba memanfaatkannya sesuai nilainya, untuk mencapai tujuan...?
Mari Kita Renungkan Bersama.

Semoga Kita tidak tergolong orang-orang yang menyia-nyiakan Hidup
Karna Hidup hanya sekali
by : Image Hosted by ImageShack.us


3 Oktober 2011

Dan Inipun Akan Berlalu 0

Pada suatu ketika, seorg raja meminta kpd tukang emasnya yg sdh tua renta utk menuliskan sesuatu di dlm cincinnya.

Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yg bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman & perjalanan hidupmu, spy itupun bisa menjadi pelajaran utk hidup saya".


Berbulan2 si tukang emas yg tua itu membuat cincinnya, tetapi lebih sulit menuliskan apa yg penting di cincin emas yg kecil itu.
Akhirnya setelah berdoa & berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pd sang raja.
Dan dgn tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya,
"THIS TOO, WILL PASS"
("DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU").

Awalnya sang raja tdk terlalu paham dgn apa yg tertulis di sana.
Tp, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yg pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu & ia pun menjadi lebih tenang,
“Dan inipun akan berlalu.”

Dan tatkala ia sedang ber-senang2,
ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Betul!
Ketika Anda lagi punya masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu,
"Dan inipun akan berlalu."

Kalimat ini, kalau direnungkan dgn bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup.
Tdk ada satupun yg langgeng.
Jadi, ketika Anda punya masalah,
tdklah perlu terlalu bersedih.
Tp, tatkala Anda lagi senang, nikmatilah selagi anda bisa senang

Ingatlah....
Apapun yg anda hadapi saat ini,
semuanya akan berlalu.

Jadilah orang yang:
• tetap SEJUK di tempat yg Panas...
• tetap MANIS di tempat yg begitu Pahit...
• tetap merasa KECIL meskipun telah menjadi Besar... &
• tetap TENANG di tengah Badai yg paling Hebat.... serta
• tetap MENGANDALKAN TUHAN dalam segala Perkara..


Terima kasih buat teman saya Widyatul Hudyah atas pencerahannya
by : Image Hosted by ImageShack.us


5 Mei 2011

Semua Ada Masanya 0

Kehidupan adalah sebuah anugerah besar yang diberikan Allah SWT kepada kita , yang hanya datang satu kali sepanjang masa . Maksudnya kita hanya dapat merasakan kehidupan di dunia ini hanya satu kali . Oleh karena itu , walaupun saat ini anda sedang merasa sedih atau senang , sehat atau sakit , kaya atau pun miskin , itu semua hanya sementara . Karena , kita semua akan kembali kepada-Nya . Dan kehidupan sebenarnya baru akan di mulai .
Dalam tulisan saya ini , saya ingin bercerita sesuatu

Ketika suatu pagi saat saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja saya . Saya melihat sesuatu yang menarik pandangan saya , yaitu Pohon belimbing yang memiliki batang yang besar dan menancap kokoh ke dalam tanah serta memiliki buah yang banyak . Saat itu juga , terlintas dalam pikiran saya , bahwa kehidupan itu tak jauh berbeda dengan pertumbuhan pohon belimbing .

Mengapa demikian ?? Sebuah pertanyaan dari anda kepada saya .
Saya mengibaratkan buah pohon belimbing itu adalah kita . Saya akan memberikan satu pilihan kepada anda . Anda lebih senang melihat buah yang kecil berwarna hijau ( belum matang ) atau buah yang besar dan berwarna kuning ( matang ) ? Saya yakin , kita akan menjatuhkan pilihan yang kedua , yaitu buah yang besar dan berwarna kuning . Karena buah tersebut akan sangat nikmat bila dimakan , buah tersebut akan terasa manis dan segar karena memiliki kandungan air yang banyak . Apalagi dimakan pada saat siang hari yang terik . hhhhmmmm ,, pasti anda sudah membayangkan rasanya

Semua orang yang menyukai buah belimbing pasti akan berkorban untuk memanjati pohon tersebut untuk mendapatkan buah yang besar dan berwarna kuning itu . karena mereka ingin merasakan nikmatnya buah belimbing itu . Padahal mereka sebenarnya dapat mengambil buah yang kecil dan berwarna hijau tanpa harus repot” memanjat namun mereka tak mengambilnya.Tetapi Buah yang besar dan berwarna kuning itu sangat tinggi sekali , sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan niatnya mengambil buah tersebut .

Hari berganti minggu , minggu berganti bulan , lama kelamaan buah yang nikmat itu akhirnya membusuk dan terjatuh dari pohonnya . Bentuknya sangat tidak menarik , membayangkannya saja sudah menjijikan , apalagi harus memakannya ? Buah yang nikmat kini tidak ada hargannya lagi , orang yang lalu lalang melewati pohon belimbing itu tidak satu pun menghiraukannya , adapula yang menginjak – injak buah tersebut.

Begitulah kehidupan , saat kita muda , memiliki wajah yang tampan dan cantik , memiliki uang yang banyak , dan memiliki banyak teman yang menyukai kita . Seolah – olah semua itu akan kekal dimiliki , padahal semua itu butuh waktu yang tak lama untuk mengubah segala yang kita miliki menjadi sebaliknya . Masa muda kita akan berganti dengan Tua , wajah rupawan kita akan berganti dengan garis – garis kerutan , uang yang banyak tak dapat lagi dinikmati , dan teman – teman pun sudah tak memperdulikan kita lagi . Oleh karena itu , seharusnya bukan kesombongan yang terus menghiasi kehidupan kita sehari – hari , mengapa ? Karena semua itu ada masanya .

Kesombongan adalah penyakit hati yang seharusnya kita jauhi . Mengapa ? Karena Allah SWT yang menciptakan kita pun membenci itu . Allah SWT lah yang pantas sombong , karena Allah SWT yang memiliki segalanya . Semua yang kita miliki saat ini hanyalah titipan-Nya . Kita tak akan membawa harta kita saat kita mati . Melainkan amal baik dan buruk yang kita lakukan di dunia ini . Jadi untuk apa anda merasa sombong ? Ingatlah semua itu ada masanya ?
by : Image Hosted by ImageShack.us



 

My Yahoo

Kamus Online

Plagiarism

Protected by Copyscape Online Plagiarism Finder

Indonesian Blogger

Banner iskaruji dot com
Copyright 2010 Inspirasi Hidup. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog