Setiap orang tentu ingin memiliki karir yang gemilang. Kesuksesan menjadi buah paling manis dalam berkarir. Namun, adakah cara sederhana untuk meraihnya? Rick Smith, penulis buku motivasi The Leap: How 3 Simple Changes Can Propel Your Career from Good to Great akan membagi kiat suksesnya dalam meningkatkan karir. Penasaran? Berikut adalah perubahan kecil yang dapat mendongkrak karir, seperti dilansir Forbes.
1. Menentukan kekuatan
Kenali kekuatan yang Anda miliki untuk meraih sebuah kesuksesan. Kekuatan itu akan menjadi modal awal untuk memulai karir. Ingat, manfaatkan kekuatan Anda semaksimal mungkin. Jangan pernah berfokus pada kelemahan Anda karena hanya akan menghambat kemajuan.
2. Menemukan gairah
Setelah menentukan apa kekuatan Anda, mulai tumbuhkan gairah dalam bekerja di bidang yang telah Anda pilih. Dengan memupuk gairah tersebut, Anda telah menabung kesuksesan di masa depan. Bekerja tanpa gairah membuat Anda merasa stagnan dan cepat bodan. Berbeda ketika Anda benar-benar menyukai sesuatu yang sedang Anda kerjakan.
3. Menetapkan fokus
Tetapkan fokus yang ingin Anda gapai. Dengan demikian, Anda tak lagi bingung kemana Anda harus melangkah. Memulai karir memang bukan hal yang mudah, tetapi tetap harus dicoba dong. Hidup penuh tantangan itu indah, kawan. Hidup kan cuma sekali!
Meraih cita-cita yang diimpikan menjadi dambaan setiap orang. Meski banyak aral melintang, semangat juang tidak boleh padam. Maju terus pantang mundur!
by :
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Kerja. Tampilkan semua postingan
Home » Posts filed under Motivasi Kerja
16 November 2012
29 Februari 2012
14 Penyebab Terhambatnya KARIR Di Pekerjaan
0
Jangan dulu memberi cap atasan pilih kasih bila karier Anda sering kali disalip anak baru. Kadang, hal yang kita sepelekan justru yang bikin kita tak dapat promosi.
Berikut 14 faktor penghambat karier yang wajib masuk black list:
1. Telat rapat
Sesekali datang telat saat rapat masih bisa dimaklumi, tetapi jika sudah keseringan dan jadi kebiasaan, mencerminkan sikap tak menghargai atasan, bahkan perusahaan.
Tips: Aktifkan alarm 2 jam sebelum berangkat kerja atau mulai rapat.
2. Bekerja ala kadarnya
Walau si bos tak pernah komplain atas pekerjaan yang Anda buat, jangan senang dulu, siapa tahu Anda dinilai biasa-biasa saja. Penilaian standar bisa membuat Anda tak dilirik sama sekali.
Tips: Mintalah penilaian atasan terhadap performa kerja Anda.
3. Suka menunda
Kalimat "Nanti dulu, ah, kan masih banyak waktu" ternyata tak hanya berpotensi membuat pekerjaan menumpuk, tetapi bisa membuat Anda dianggap meremehkan pekerjaan.
Tips: Jangan sampai Anda terlihat keteteran, apalagi sampai telat mengumpulkannya.
4. Lupa, lupa, lupa...
Lupa bukan lagi alasan, tetapi dianggap sebuah keteledoran yang bisa merugikan perusahaan.
Tips: Manfaatkan buku agenda atau to do list di ponsel kesayangan.
5. "Single player"
Ingin selalu terlihat menonjol bisa membuat rekan tak betah bekerja dengan Anda. Padahal, kebersamaan tim juga masuk dalam penilaian kinerja.
Tips: Yakinlah, Anda tetap membutuhkan orang lain untuk mencapai sukses, walau berupa dukungan.
6. "Childish"
Mengambek karena ditinggal makan siang atau menangis setelah bos mengkritik hasil kerja, sebaiknya jangan dilakukan karena itu memberi kesan Anda belum siap bekerja.
Tips: Perlihatkan kalau Anda mandiri dan profesional.
7. Sombong
Mudah terlena dengan pujian dan terlalu asyik pamer bisa membuat Anda lupa untuk mempertahankan prestasi, di samping memberikan kesempatan pihak lain untuk "menyalip".
Tips: Pamer terkadang perlu, tetapi jangan lupa mempertahankan kinerja, ya.
8. Tidak memiliki prioritas
Tugas utama sering kali terganggu akibat menyelesaikan tugas sampingan. Hati-hati, kerja serabutan seperti ini menunjukkan manajemen kerja yang buruk.
Tips: Buatlah daftar pekerjaan sesuai deadline, lalu selesaikan satu per satu.
9. Fokus terbagi
Pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam waktu satu jam, bisa jadi "molor" seharian gara-gara online terus. Jika dalam posisi ini kinerja Anda sudah lambat, apalagi jika naik jabatan? Upss....
Tips: Offline sejenak saat Anda sedang bekerja. Online-lah saat jam istirahat.
10. Menolak kritik
Mencari-cari alasan bukanlah cara yang tepat untuk menanggapi kritikan dari atasan. Ini memberi kesan kalau Anda tak ingin disalahkan dan mencari kambing hitam.
Tips: Terima kritik dengan positif. Kalau tak sesuai, bicarakan baik-baik.
11. Terlibat konflik
Perang dingin dengan rekan kerja malah menambah daftar musuh yang menghambat jalan Anda. Apalagi sampai membuat masalah dengan atasan, pupuslah harapan untuk naik jabatan.
Tips: Jaga hubungan baik dengan semua orang di kantor. Tak perlu diambil hati jika ada ucapan atau sikap yang tidak mengenakkan dari rekan kerja.
12. Kurang bergaul
Memiliki kinerja baik tak akan pernah cukup. Masalahnya, kesempatan kadang datang dari orang yang tak pernah diduga sebelumnya.
Tips: Tebarkan pesona Anda. Jangan ragu untuk menyapa sauda "satu atap" walau dari divisi berbeda.
13. "Miss Keluh"
Gemar mengeluh tentang pekerjaan atau menjelek-jelekkan atasan bisa menurunkan kredibilitas. Pasalnya, ini menunjukkan kalau Anda kurang dapat mengendalikan emosi dan tak bisa menjaga nama baik perusahaan.
Tips: Tak semua hal bisa dicurhatkan, ada hal-hal yang sebaiknya disimpan sendiri, termasuk ketidaksukaan Anda kepada atasan.
14. Kurang pede memberi ide
Ide merupakan wujud eksistensi. Jika hanya disimpan dalam hati, Anda hanya akan dipandang pasif dan tak memiliki andil.
by : Berikut 14 faktor penghambat karier yang wajib masuk black list:
1. Telat rapat
Sesekali datang telat saat rapat masih bisa dimaklumi, tetapi jika sudah keseringan dan jadi kebiasaan, mencerminkan sikap tak menghargai atasan, bahkan perusahaan.
Tips: Aktifkan alarm 2 jam sebelum berangkat kerja atau mulai rapat.
2. Bekerja ala kadarnya
Walau si bos tak pernah komplain atas pekerjaan yang Anda buat, jangan senang dulu, siapa tahu Anda dinilai biasa-biasa saja. Penilaian standar bisa membuat Anda tak dilirik sama sekali.
Tips: Mintalah penilaian atasan terhadap performa kerja Anda.
3. Suka menunda
Kalimat "Nanti dulu, ah, kan masih banyak waktu" ternyata tak hanya berpotensi membuat pekerjaan menumpuk, tetapi bisa membuat Anda dianggap meremehkan pekerjaan.
Tips: Jangan sampai Anda terlihat keteteran, apalagi sampai telat mengumpulkannya.
4. Lupa, lupa, lupa...
Lupa bukan lagi alasan, tetapi dianggap sebuah keteledoran yang bisa merugikan perusahaan.
Tips: Manfaatkan buku agenda atau to do list di ponsel kesayangan.
5. "Single player"
Ingin selalu terlihat menonjol bisa membuat rekan tak betah bekerja dengan Anda. Padahal, kebersamaan tim juga masuk dalam penilaian kinerja.
Tips: Yakinlah, Anda tetap membutuhkan orang lain untuk mencapai sukses, walau berupa dukungan.
6. "Childish"
Mengambek karena ditinggal makan siang atau menangis setelah bos mengkritik hasil kerja, sebaiknya jangan dilakukan karena itu memberi kesan Anda belum siap bekerja.
Tips: Perlihatkan kalau Anda mandiri dan profesional.
7. Sombong
Mudah terlena dengan pujian dan terlalu asyik pamer bisa membuat Anda lupa untuk mempertahankan prestasi, di samping memberikan kesempatan pihak lain untuk "menyalip".
Tips: Pamer terkadang perlu, tetapi jangan lupa mempertahankan kinerja, ya.
8. Tidak memiliki prioritas
Tugas utama sering kali terganggu akibat menyelesaikan tugas sampingan. Hati-hati, kerja serabutan seperti ini menunjukkan manajemen kerja yang buruk.
Tips: Buatlah daftar pekerjaan sesuai deadline, lalu selesaikan satu per satu.
9. Fokus terbagi
Pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam waktu satu jam, bisa jadi "molor" seharian gara-gara online terus. Jika dalam posisi ini kinerja Anda sudah lambat, apalagi jika naik jabatan? Upss....
Tips: Offline sejenak saat Anda sedang bekerja. Online-lah saat jam istirahat.
10. Menolak kritik
Mencari-cari alasan bukanlah cara yang tepat untuk menanggapi kritikan dari atasan. Ini memberi kesan kalau Anda tak ingin disalahkan dan mencari kambing hitam.
Tips: Terima kritik dengan positif. Kalau tak sesuai, bicarakan baik-baik.
11. Terlibat konflik
Perang dingin dengan rekan kerja malah menambah daftar musuh yang menghambat jalan Anda. Apalagi sampai membuat masalah dengan atasan, pupuslah harapan untuk naik jabatan.
Tips: Jaga hubungan baik dengan semua orang di kantor. Tak perlu diambil hati jika ada ucapan atau sikap yang tidak mengenakkan dari rekan kerja.
12. Kurang bergaul
Memiliki kinerja baik tak akan pernah cukup. Masalahnya, kesempatan kadang datang dari orang yang tak pernah diduga sebelumnya.
Tips: Tebarkan pesona Anda. Jangan ragu untuk menyapa sauda "satu atap" walau dari divisi berbeda.
13. "Miss Keluh"
Gemar mengeluh tentang pekerjaan atau menjelek-jelekkan atasan bisa menurunkan kredibilitas. Pasalnya, ini menunjukkan kalau Anda kurang dapat mengendalikan emosi dan tak bisa menjaga nama baik perusahaan.
Tips: Tak semua hal bisa dicurhatkan, ada hal-hal yang sebaiknya disimpan sendiri, termasuk ketidaksukaan Anda kepada atasan.
14. Kurang pede memberi ide
Ide merupakan wujud eksistensi. Jika hanya disimpan dalam hati, Anda hanya akan dipandang pasif dan tak memiliki andil.
31 Januari 2012
Menyikapi KRITIK, Komentar dan Respon Negatif
0
PD aja lagi Banyak orang, meski berkata "saya siap menerima kritik yang membangun", tetap saja lebih suka diberi pujian. Kritik, komentar maupun respon negatif atas apa yang kita lakukan, atau atas apa yang kita sampaikan, tetap saja menimbulkan rasa nggak enak dibandingkan dengan ucapan dukungan maupun pujian.
Padahal, kesuksesan kadangkala diraih setelah melalui berbagai kritik dan komentar (meski sebagian besar bersifat negatif). Kritik dan komentar yang masuk, jika dihadapi dengan kepala yang dingin semestinya bisa menjadi media bagi kita untuk berbenah diri dan memperbaiki kekurangan.
Lantas, bagaimana kiat untuk tetap keep smile jika kita menghadapi kritikan dan respon negatif ?. Berikut ada beberapa tips yang biasanya saya praktekkan. Meski tidak 100% membuat saya menjadi orang yang cool, calm & confident, paling tidak, ada rasa nyaman dalam menghadapi kritik.
1. JANGAN ANGGAP SEBAGAI SERANGAN PRIBADI
Jika kritik dan respon negatif ditanggapi sebagai serangan pada kepribadian kita, kita akan cenderung menanggapinya secara emosional. Selalu tanamkan bahwa kritik maupun respon itu merupakan 'berkah' perhatian atas apa yang kita lakukan. Jika musibah kadang bisa dianggap sebagai "sapaan tuhan terhadap makhluknya", anggaplah kritik dan saran sebagai perhatian dari seseorang buat kita.
Pengalaman saya, jika kita menanggapi kritik secara ringan dan jika perlu dibuat candaan, kritik tersebut tidak perlu ditakuti.
Contoh berikut terlalu ekstrim, tapi anggaplah anda pernah mengalaminya (amit-amit )
"Mas, kerja pakai baju yang kemarin ya ? Kok sering pakai baju itu-itu saja". Bagaimana respon anda ?
Hehehe, bilang saja, "Makasih sudah diperhatikan...". Simple kan. Nggak perlu kita nantang si pengkritik buat perang Bubat. Toh, orang bisa menilai mana yang perlu didukung dan mana yang perlu dibenci . Nggak usah takut dan malu pada pandangan orang, "Kasihan banget ya dia. Terhina banget...".
Jangan lupa, orang-pun bisa menganalogikan suatu peristiwa dengan diri mereka. Bagaimana jika mereka ada di posisi kita.
2. MENGALAH, UNTUK MENANG
Di kantor lama, saya paling sering berdebat dengan Factory Manager. Factory Manager adalah jabatan kedua setelah Managing Director, jadi cukup lumayan posisi beliau. Apapun (mungkin nggak semua, tapi saya merasa 99.99%) usulan yang saya ajukan, apapun pendapat saya, hampir selalu dia kritik. Meski saya yakin 110% (Istilah Pak Budi, untuk mencerminkan keyakinan saya ) bahwa tidak akan ada masalah dengan usulan saya, hampir selalu dia mengkritiknya.
Akhirnya saya ambil pendekatan berbeda. Alih-alih saya merespon secara negatif setiap komentar dia, saya akan selalu meminta pendapatnya untuk menjawab kritiknya.
Jadi, jika dia berkata, "Pak, sistem yang kamu buat mungkin bisa dijalankan, tapi akan timbul masalah ini, itu, anu dan lain-lain. Akan sangat rentan buat perusahaan jika hal itu terjadi",
Saya akan jawab, "Sistem yang saya buat memang berdasarkan analisa saya, yang saya susun dari data di lapangan. Mungkin bapak ada saran untuk melengkapi data ini agar sistem yang dibuat dapat mengantisipasi masalah seperti yang bapak sampaikan".
Jadi, alih-alih saya diberikan bola api, saya mengembalikan bola api itu kepada pemiliknya .
Cara ini ternyata mujarab, karena beliau merasa dihargai (saya mengucapkan respon demikian dengan ketulusan, bukan kepalsuan lho, bukan sekedar menyenangkan atau sekedar "makan tuh serangan baliknya", ). Efek positifnya, dia juga mau menghargai pendapat saya dan kami bisa menjadi team yang kompak, meski tidak selalu sependapat dalam berbagai hal.
3. KOMITMEN PADA TUJUAN AKHIR
Banyak rencana bagus dan hasil yang baik tidak bisa dicapai gara-gara perdebatan dan kritik yang negatif menutupi kesamaan tujuan. Sering orang berdebat soal cara, berpegang pada ego mengenai cara mana yang akan ditempuh. Menganggap bahwa jika cara lain ditempuh-bukan cara kita-, apapun hasil akhirnya kita akan menutup mata. Padahal, jika hasil dan tujuan akhir tercapai, cara dan metode hanyalah jalan untuk memperolehnya.
Jika anda mengusulkan suatu rencana kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai dan rekan anda mengusulkan hal lain dengan tujuan yang sama, hindari perdebatan mengenai cara mana yang akan ditempuh. Jika bisa digabungkan, hasil yang ingin dicapai memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih besar. Jangan seperti peribahasa TIJI TIBEH, MATI SIJI MATI KABEH. Atau seperti orang yang ditolak cinta, "Kalau tidak dengan saya, tidak juga dengan orang lain". "Saya sengsara, orang lainpun mestinya ikut sengsara". "Saya sial, orang lainpun sebaiknya ikut sial".
Prinsip menang-menangan akan semakin memperkerdil jiwa kita. Percayalah, jika anda bahagia mendengar dan melihat orang lain sukses, hal yang sama akan terjadi pada anda. Sukses bersama-sama lebih baik 1000% dibandingkan sengsara bersama-sama.
Kesiapan menerima kritik, terkadang berbeda bila menghadapi kritik/komentar secara nyata. Mudah-mudahan bermanfaat bagi ane maupun bagi kaskuser lainnya, dan untuk kaskus
by : Padahal, kesuksesan kadangkala diraih setelah melalui berbagai kritik dan komentar (meski sebagian besar bersifat negatif). Kritik dan komentar yang masuk, jika dihadapi dengan kepala yang dingin semestinya bisa menjadi media bagi kita untuk berbenah diri dan memperbaiki kekurangan.
Lantas, bagaimana kiat untuk tetap keep smile jika kita menghadapi kritikan dan respon negatif ?. Berikut ada beberapa tips yang biasanya saya praktekkan. Meski tidak 100% membuat saya menjadi orang yang cool, calm & confident, paling tidak, ada rasa nyaman dalam menghadapi kritik.
1. JANGAN ANGGAP SEBAGAI SERANGAN PRIBADI
Jika kritik dan respon negatif ditanggapi sebagai serangan pada kepribadian kita, kita akan cenderung menanggapinya secara emosional. Selalu tanamkan bahwa kritik maupun respon itu merupakan 'berkah' perhatian atas apa yang kita lakukan. Jika musibah kadang bisa dianggap sebagai "sapaan tuhan terhadap makhluknya", anggaplah kritik dan saran sebagai perhatian dari seseorang buat kita.
Pengalaman saya, jika kita menanggapi kritik secara ringan dan jika perlu dibuat candaan, kritik tersebut tidak perlu ditakuti.
Contoh berikut terlalu ekstrim, tapi anggaplah anda pernah mengalaminya (amit-amit )
"Mas, kerja pakai baju yang kemarin ya ? Kok sering pakai baju itu-itu saja". Bagaimana respon anda ?
Hehehe, bilang saja, "Makasih sudah diperhatikan...". Simple kan. Nggak perlu kita nantang si pengkritik buat perang Bubat. Toh, orang bisa menilai mana yang perlu didukung dan mana yang perlu dibenci . Nggak usah takut dan malu pada pandangan orang, "Kasihan banget ya dia. Terhina banget...".
Jangan lupa, orang-pun bisa menganalogikan suatu peristiwa dengan diri mereka. Bagaimana jika mereka ada di posisi kita.
2. MENGALAH, UNTUK MENANG
Di kantor lama, saya paling sering berdebat dengan Factory Manager. Factory Manager adalah jabatan kedua setelah Managing Director, jadi cukup lumayan posisi beliau. Apapun (mungkin nggak semua, tapi saya merasa 99.99%) usulan yang saya ajukan, apapun pendapat saya, hampir selalu dia kritik. Meski saya yakin 110% (Istilah Pak Budi, untuk mencerminkan keyakinan saya ) bahwa tidak akan ada masalah dengan usulan saya, hampir selalu dia mengkritiknya.
Akhirnya saya ambil pendekatan berbeda. Alih-alih saya merespon secara negatif setiap komentar dia, saya akan selalu meminta pendapatnya untuk menjawab kritiknya.
Jadi, jika dia berkata, "Pak, sistem yang kamu buat mungkin bisa dijalankan, tapi akan timbul masalah ini, itu, anu dan lain-lain. Akan sangat rentan buat perusahaan jika hal itu terjadi",
Saya akan jawab, "Sistem yang saya buat memang berdasarkan analisa saya, yang saya susun dari data di lapangan. Mungkin bapak ada saran untuk melengkapi data ini agar sistem yang dibuat dapat mengantisipasi masalah seperti yang bapak sampaikan".
Jadi, alih-alih saya diberikan bola api, saya mengembalikan bola api itu kepada pemiliknya .
Cara ini ternyata mujarab, karena beliau merasa dihargai (saya mengucapkan respon demikian dengan ketulusan, bukan kepalsuan lho, bukan sekedar menyenangkan atau sekedar "makan tuh serangan baliknya", ). Efek positifnya, dia juga mau menghargai pendapat saya dan kami bisa menjadi team yang kompak, meski tidak selalu sependapat dalam berbagai hal.
3. KOMITMEN PADA TUJUAN AKHIR
Banyak rencana bagus dan hasil yang baik tidak bisa dicapai gara-gara perdebatan dan kritik yang negatif menutupi kesamaan tujuan. Sering orang berdebat soal cara, berpegang pada ego mengenai cara mana yang akan ditempuh. Menganggap bahwa jika cara lain ditempuh-bukan cara kita-, apapun hasil akhirnya kita akan menutup mata. Padahal, jika hasil dan tujuan akhir tercapai, cara dan metode hanyalah jalan untuk memperolehnya.
Jika anda mengusulkan suatu rencana kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai dan rekan anda mengusulkan hal lain dengan tujuan yang sama, hindari perdebatan mengenai cara mana yang akan ditempuh. Jika bisa digabungkan, hasil yang ingin dicapai memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih besar. Jangan seperti peribahasa TIJI TIBEH, MATI SIJI MATI KABEH. Atau seperti orang yang ditolak cinta, "Kalau tidak dengan saya, tidak juga dengan orang lain". "Saya sengsara, orang lainpun mestinya ikut sengsara". "Saya sial, orang lainpun sebaiknya ikut sial".
Prinsip menang-menangan akan semakin memperkerdil jiwa kita. Percayalah, jika anda bahagia mendengar dan melihat orang lain sukses, hal yang sama akan terjadi pada anda. Sukses bersama-sama lebih baik 1000% dibandingkan sengsara bersama-sama.
Kesiapan menerima kritik, terkadang berbeda bila menghadapi kritik/komentar secara nyata. Mudah-mudahan bermanfaat bagi ane maupun bagi kaskuser lainnya, dan untuk kaskus
13 Januari 2012
Kunci Sukses Merencanakan Karier
0
PERENCANAAN karir bukanlah aktivitas yang harus dilakukan sekali. Sebaiknya dilakukan secara teratur. Mengingat bahwa rata-rata pekerja mengalami perubahan karier dalam hidupnya. Perencanaannya tidak perlu ditakuti atau ditunda. Melainkan Anda diberi kebebasan mencapai tujuan karier Anda.
Berikut ini beberapa tips yang membantu Anda mencapai perencanaan karier yang sukses seperti dikutip quintcareers:
1. Membuat perencanaan karier tahunan
Setiap tahunnya pasti Anda memiliki jadwal rutin mengunjungi dokter. Hal ini juga bisa diterapkan untuk perencanaan karir. Cari hari atau minggu dalam setahun untuk merencanakan perubahan besar karier Anda. Blokir semua gangguan sehingga Anda benar-benar fokus terhadap ketidakpastian dan kesulitan yang akan terbentang di masa depan.
2. Petakan jalur perencanaan karier
Gambarkan jalur karier Anda dari pertama sampai terakhir kali Anda bekerja. Luangkan waktu untuk meninjau, merenungkan dan meluangkan waktu pada hal yang telah diraih pada masa lalu.
3. Refleksikan kebutuhan dan keinginan
Perubahan merupakan faktor kehidupan setiap orang. Seperti halnya suka dan duka. Buatlah daftar dua kolom utama perihal yang Anda suka dan tidak. Gunakan daftar ini untuk memeriksa pekerjaan dan jalur karier Anda.
4. Periksa hiburan dan hobi
Perencanaan karier menyediakan waktu yang tepat untuk memeriksa aktivitas Anda diluar pekerjaan. Misalnya kegiatan hobi yang dapat memberikan wawasan besar ke jalur karier masa depan.
5. Buat catatan keberhasilan masa lalu
Kebanyakan orang tidak menyimpan catatan prestasi kerja masa lalu. Ciptakan resume yang kuat ketika mencari pekerjaan baru. Buatlah catatan prestasi masa lalu demi membangun resume yang baik.
by : Berikut ini beberapa tips yang membantu Anda mencapai perencanaan karier yang sukses seperti dikutip quintcareers:
1. Membuat perencanaan karier tahunan
Setiap tahunnya pasti Anda memiliki jadwal rutin mengunjungi dokter. Hal ini juga bisa diterapkan untuk perencanaan karir. Cari hari atau minggu dalam setahun untuk merencanakan perubahan besar karier Anda. Blokir semua gangguan sehingga Anda benar-benar fokus terhadap ketidakpastian dan kesulitan yang akan terbentang di masa depan.
2. Petakan jalur perencanaan karier
Gambarkan jalur karier Anda dari pertama sampai terakhir kali Anda bekerja. Luangkan waktu untuk meninjau, merenungkan dan meluangkan waktu pada hal yang telah diraih pada masa lalu.
3. Refleksikan kebutuhan dan keinginan
Perubahan merupakan faktor kehidupan setiap orang. Seperti halnya suka dan duka. Buatlah daftar dua kolom utama perihal yang Anda suka dan tidak. Gunakan daftar ini untuk memeriksa pekerjaan dan jalur karier Anda.
4. Periksa hiburan dan hobi
Perencanaan karier menyediakan waktu yang tepat untuk memeriksa aktivitas Anda diluar pekerjaan. Misalnya kegiatan hobi yang dapat memberikan wawasan besar ke jalur karier masa depan.
5. Buat catatan keberhasilan masa lalu
Kebanyakan orang tidak menyimpan catatan prestasi kerja masa lalu. Ciptakan resume yang kuat ketika mencari pekerjaan baru. Buatlah catatan prestasi masa lalu demi membangun resume yang baik.
5 Oktober 2011
5 Tanda Harus Segera Pindah Kerja
0
Berhenti bekerja dalam situasi ekonomi tak menentu seperti saat ini, sementara belum dapatkan pekerjaan baru memang terdengar sangat berisiko. Tetapi jika Anda sudah merasa pekerjaan saat ini tak lagi menjanjikan, mungkin mengundurkan diri bisa jadi pilihan tepat.
Jangan sampai terjebak dalam pekerjaan yang tidak memberikan kepuasan. Sebagai bahan pertimbangan, berikut lima tanda harus secepatnya berhenti bekerja yang dilansir dari US News.
1. Anda tidak belajar hal baru
Setelah cukup lama bekerja, Anda pasti sudah sangat andal menangani pekerjaan. Tetapi sebagai seseorang yang ingin berkembang secara profesional, Anda harus selalu belajar hal baru.
Jika pekerjaan saat ini tidak mendukung atau meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Anda sebagai profesional, segera kembangkan diri dengan mencari pekerjaan lebih baik.
2. Anda tak bersemangat
Jika setiap bangun pagi Anda merasa lelah dan tidak bersemangat untuk bekerja dan hal ini terjadi selama berbulan-bulan, itu merupakan masalah besar. Bisa jadi, kondisi menunjukkan bahwa Anda tidak menikmati lagi pekerjaan saat ini. Efeknya adalah produktifitas dan kualitas Anda dalam bekerja akan terus menurun. Pertimbangkan untuk mengejar cita-cita dan melakukan pekerjaan yang benar-benar Anda sukai.
3. Menghabiskan waktu mencari pekerjaan lain
Saat bekerja seharusnya Anda sangat produktif. Tetapi jika waktu Anda sebagian besar dihabiskan untuk membuka situs lowongan pekerjaan dan sibuk bertanya pada teman terkait lowongan, artinya Anda sudah tak mau bertanggung jawab dan berkomitmen dengan pekerjaan saat ini. Daripada pekerjaan berantakan dan Anda mendapat citra buruk, mengundurkan diri bisa jadi lebih baik.
4. Gaji tak kunjung meningkat
Jika Anda memiliki prestasi dan loyal dengan perusahaan, Anda berhak mendapat imbalan bisa berupa bonus atau kenaikan gaji. Tetapi jika hal ini tak kunjung terealisasi terutama jika Anda telah bekerja lebih dari dua tahun, segera cari pekerjaan baru.
5. Anda selalu merasa stres
Adalah tanda bahaya jika kehidupan pribadi selalu terganggu karena kesibukan pekerjaan. Hal ini membuat stres jangka panjang yang justru berujung pada menurunnya kualitas pekerjaan.
Menjadi profesional adalah yang bisa membagi waktu antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Bukan selalu mengorbankan waktu pribadi demi pekerjaan.
Jangan sampai terjebak dalam pekerjaan yang tidak memberikan kepuasan.
by : Jangan sampai terjebak dalam pekerjaan yang tidak memberikan kepuasan. Sebagai bahan pertimbangan, berikut lima tanda harus secepatnya berhenti bekerja yang dilansir dari US News.
1. Anda tidak belajar hal baru
Setelah cukup lama bekerja, Anda pasti sudah sangat andal menangani pekerjaan. Tetapi sebagai seseorang yang ingin berkembang secara profesional, Anda harus selalu belajar hal baru.
Jika pekerjaan saat ini tidak mendukung atau meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Anda sebagai profesional, segera kembangkan diri dengan mencari pekerjaan lebih baik.
2. Anda tak bersemangat
Jika setiap bangun pagi Anda merasa lelah dan tidak bersemangat untuk bekerja dan hal ini terjadi selama berbulan-bulan, itu merupakan masalah besar. Bisa jadi, kondisi menunjukkan bahwa Anda tidak menikmati lagi pekerjaan saat ini. Efeknya adalah produktifitas dan kualitas Anda dalam bekerja akan terus menurun. Pertimbangkan untuk mengejar cita-cita dan melakukan pekerjaan yang benar-benar Anda sukai.
3. Menghabiskan waktu mencari pekerjaan lain
Saat bekerja seharusnya Anda sangat produktif. Tetapi jika waktu Anda sebagian besar dihabiskan untuk membuka situs lowongan pekerjaan dan sibuk bertanya pada teman terkait lowongan, artinya Anda sudah tak mau bertanggung jawab dan berkomitmen dengan pekerjaan saat ini. Daripada pekerjaan berantakan dan Anda mendapat citra buruk, mengundurkan diri bisa jadi lebih baik.
4. Gaji tak kunjung meningkat
Jika Anda memiliki prestasi dan loyal dengan perusahaan, Anda berhak mendapat imbalan bisa berupa bonus atau kenaikan gaji. Tetapi jika hal ini tak kunjung terealisasi terutama jika Anda telah bekerja lebih dari dua tahun, segera cari pekerjaan baru.
5. Anda selalu merasa stres
Adalah tanda bahaya jika kehidupan pribadi selalu terganggu karena kesibukan pekerjaan. Hal ini membuat stres jangka panjang yang justru berujung pada menurunnya kualitas pekerjaan.
Menjadi profesional adalah yang bisa membagi waktu antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Bukan selalu mengorbankan waktu pribadi demi pekerjaan.
Jangan sampai terjebak dalam pekerjaan yang tidak memberikan kepuasan.
Langganan:
Postingan (Atom)





